Sejarah

Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) pada Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berkembang sejak tahun 1968 di bawah naungan Lembaga Pendidikan Post-Doctoral (LPPD) IKIP Bandung (di saat itu) sebagai embrio lembaga pendidikan pascasarjana di Indonesia. Izin pembukaannya secara resmi sebagai Program Studi S2 dan S3 diberikan pada tahun 1993 berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan No. 588/Dikti/Kep/1993, tanggal 21 Oktober 1993.

Program Doktor BK SPs UPI sangat peduli terhadap kesejahteraan manusia pada umumnya, khususnya manusia Indonesia masa kini dan masa yang akan datang. Oleh karena itu dia berusaha untuk berkembang menjadi sebuah program studi yang handal dan menjadi pelopor serta rujukan bagi lingkungan akademik dan profesional terkait dalam mengabdikan diri kepada kemanusiaan dengan menjunjung tinggi nilai keagamaan yang menjadi landasan dan keyakinan dasar dari segala kinerja akademik dan profesional program studi dan lulusannya. Berdasarkan landasan itu, dia merujuk nilai, norma dan etika sosial-budaya yang berlaku dalam lingkungan terkait; senantiasa memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi dan pemekaran seni yang sangat cepat; dan selalu menyimak kebutuhan dan harapan masyarakat sebagai rambu-rambu pengembangan dirinya, termasuk visi, misi, tujuan serta profil kemampuan yang harus dimiliki para lulusannya.

Dalam mengembangkan visinya, Program Doktor BK SPs UPI memaknai kinerja layanan Bimbingan dan Konseling itu sebagai layanan kemanusiaan yang dilancarkan dalam segala jenis lingkungan kehidupan sejak kehidupan keluarga, sistem persekolahan, masyarakat kerja, dan kehidupan keagamaan masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu, dalam perkembangannya, program studi tidak menutup diri terhadap kontribusi bidang-bidang ilmu terkait dengan menerapkan pendekatan lintas disiplin ilmu (interdisciplinary approach).
Program Doktor BK memiliki misi : (1) pengembangan dan peningkatan mutu sumber daya manusia, yaitu: dosen program S1 Jurusan Bimbingan dan Konseling; petugas bimbingan di jalur sekolah pada berbagai jenjang, jalur luar sekolah, dan bimbingan di masyarakat; dan pakar/pengembang ilmu dalam bidang bimbingan dan konseling; (2) pengembangan ilmu, teknologi dan seni dalam bidang bimbingan dan konseling melalui penelitian dan komunikasi keilmuan; (3) pengembangan program bimbingan dan konseling di sekolah dan masyarakat; dan (4) pelayanan bimbingan dan konseling kepada pihak yang memerlukan dalam upaya meningkatlan kesejahteraan masyarakat.

Perwujudan misi itu diarahkan oleh tujuan program studi sebagai berikut.

  1. Meningkatkan kemampuan staf pengajar S1 dan S2 Program Studi Bimbingan dan Konseling.
  2. Menyiapkan dan meningkatkan kemampuan akademik dan profesional tenaga pembimbing yang kreatif dan mandiri di sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat pada umumnya.
  3. Menyiapkan dan meningkatkan kemampuan pengembang ilmu dan teknologi dalam bimbingan dan konseling melalui penelitian dan komunikasi keilmuan.
  4. Mengembangkan konsep-konsep filosofis dan teoretis dalam bidang Bimbingan dan Konseling.
  5. Mengembangkan metodologi pengajaran dan bahan ajar untuk mengajarkan konsep-konsep teoretik dan praktik bimbingan dan konseling.
  6. Memberikan layanan profesional dalam bimbingan dan konseling.

Dengan demikian, profil kemampuan lulusan program studi terwujud dalam bentuk  kemampuan dasar dosen dan pakar dalam bidang BK, serta kemampuan dasar konselor di dalam dan di luar sistem lingkungan persekolahan.
Kurikulum Program Doktor BK dikembangkan berdasarkan visi, misi, tujuan serta profil lulusan yang diharapkan merujuk kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Seluruh kurikulum mencakup tiga komponen program dengan bobot keseluruhan sebesar 48 sks mencakup 12 mata kuliah dan penulisan disertasi, yaitu sebagai berikut.

  1. Komponen Mata Kuliah Landasan keahlian (MKLK) dengan bobot 11 sks terdiri atas empat mata kuliah.
  2. Komponen Mata Kuliah Keahlian Utama (MKKU) dengan bobot 19 sks terdiri atas tujuh mata kuliah, yang salah satunya merupakan Mata Kuliah Kajian Mandiri (mata kuliah spesialisasi pilihan yang berjumlah 11 mata kuliah dengan bobot masing-masing 3 sks). Mahasiswa  memilih salah satu  dari 11 mata kuliah tersebut yang sesuai dengan minatnya, dan mendukung penulisan disertasinya.
  3. Komponen Mata Kuliah Kahlian Utama Pilihan (MKKUP) dengan bobot 3 sks terdiri atas satu mata kuliah spesialisasi (kajian mandiri) yang diambil mahasiswa dari program studi lain yang sesuai dengan minatnya dan menunjang penulisan disertasinya.
  4. Disertasi (sesuai dengan spesialisasi atau kajian mandiri yang dipilih mahasiswa) dengan bobot 15 sks.

Keseluruhan program kurikulum itu dirancang untuk empat semester, yaitu 11 sks pada semester pertama, 16 sks semester kedua, 6 sks semester ketiga, dan 15 sks (untuk penelitian dan penulisan disertasi) pada semester keempat. Untuk menyelesaikan studinya, mahasiswa diberi peluang maksimal selama 10 semester (lima tahun).

Penyelenggaraan kuliah Program Doktor BK SPs UPI diasuh oleh 11 orang dosen, termasuk delapan orang di antaranya memegang jabatan Guru Besar dan bergelar Doktor, baik diperoleh di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri, dan tiga orang bergelar Doktor dengan jabatan lektor kepala. Mereka terdiri atas tujuh guru besar dan tiga lektor kepala berasal dari UPI, dan seorang guru besar  dari Unpad. Di samping itu terdapat dua orang guru besar dari UNPAD dan seorang Guru Besar dari UIN Sunan Gunungjati, yang dijadikan anggota tim pembimbing  penelitian dan penguji  disertasi.

Program Doktor BK SPs UPI memiliki 58 orang mahasiswa (mulai angkatan 2002 s.d. 2007). Sejak mulai menerima mahasiswa (1980) sampai sekarang (September 2007), Program Doktor BK SPs UPI telah meluluskan 48 orang Doktor Pendidikan yang berasal dari dan telah kembali ke berbagai perguruan tinggi dan instansi di seluruh Indonesia. Lima belas (15) orang di antara para lulusan itu mendapat yudisium Cumlaude, 20 orang Sangat Memuaskan, dan 13 orang Memuaskan.

Sarana dan prasarana pendukung dikelola secara menyeluruh dan terpadu oleh Sekolah Pascasarjana dan UPI.  Program studi mengajukan usul pengadaan sarana dan prasarana kepada pimpinan Sekolah Pascsarjana. Pada umumnya pemanfaatan sarana dan prasarana dilakukan secara berbagi (resource sharing) antara program-program studi yang ada. Untuk keperluan tertentu, termasuk praktikum dan kerja lapangan, program studi memanfaatkan sarana dan prasarana yang dimiliki Laboratorium Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB) dan di luar UPI, berdasarkan kerjasama/kemitraan. Dalam hal pembiayaan, program studi memperoleh alokasi dari UPI melalui Sekolah Pascasarjana, bersumber pada SPP dan anggaran lainnya yang terkait.

Sistem evaluasi mencakup evaluasi program, proses, dan produk (keberhasilan studi mahasiswa). Evaluasi program dilakukan melalui telaah lapangan yang sampai sekarang masih dalam bentuk tidak formal dan kualitatif. Evaluasi proses dilakukan melalui penilaian terhadap dosen dan mahasiswa dalam perkuliahan, praktikum, penelitian dan penulisan disertasi. Evaluasi keberhasilan studi mahasiswa dilakukan melalui berbagai strategi, termasuk penilaian dalam perkuliahan, ujian komprehensif, dan ujian akhir dalam mempertahankan disertasi. Di samping itu diadakan pula studi pelacakan lulusan untuk mengetahui mutu kinerja lulusan di masyarakat. Penilaian dalam perkuliahan mencakup penilaian harian/diskusi, tugas penulisan makalah, laporan pembahasn pustaka, kerja lapangan, penyajian hasil karya, dan ujian tengah dan akhir semester.

Secara keseluruhan kinerja dan keadaan serta suasana akademik penyelenggaraan Program Doktor Bimbingan dan Konseling SPs UPI, ditinjau dari sisi rumusan visi, misi, tujuan dan sasaran; masukan; proses penyelenggaraan, dan keluaran program tidak medapat hambatan yang berarti.

Kekuatan Program Doktor SPs UPI dalam mewujudkan visi, melaksanakan misi dan mencapai tujuannya terletak pada komponen kurikulum, ketenagaan, kemahasiswaan dan sistem evaluasi, dengan menjanjikan suatu suasana akademik yang bermutu tinggi.
Kelemahannya terutama terletak pada komponen sarana dan prasarana, yang sekarang masih harus berbagi pemanfaatannya dengan program studi lain. Hal tersebut menyebabkan kelemahan pada aspek hasil program studi yang berbentuk keluaran lain di luar lulusan, yang pada dasarnya memerlukan dukungan sarana dan prasarana yang lebih baik.

Kelemahan itu pada gilirannya menimbulkan ancaman potensial terhadap kelancaran penyelenggaraan program karena sedikit banyak tergantung kepada pihak-pihak yang tidak seluruhnya dapat dikendalikan. Ancaman potensial lainnya berkenaan dengan globalisasi pemasaran lulusan, di mana kemampuan lulusan belum teruji kemampuan bersaingnya.

Peluang, melalui kemitraan dan koordinasi yang didasari saling pemahaman antar program studi, antar unit kerja dan antar lembaga memberikan pemecahan sementara yang efektif. Peluang seperti itu lebih terbuka karena lulusan Program Doktor BK SPs UPI tersebar di banyak perguruan tinggi dan instansi terkait di seluruh Indonesia. Di samping itu, peluang ke arah pengembangan sarana dan prasarana itu masih besar dengan berkembangnya kepedulian lembaga dan masyarakat terhadap Program Doktor BK SPs UPI, serta upaya positif yang dilakukan oleh tenaga pengajar bekerjasama dengan mahasiswa serta pimpinan program studi, terutama dalam hal ketersediaan pustaka yang berupa kepemilikan perorangan dan dimanfaatkan bersama.

Untuk peningkatan kualitas kinerja Sekolah Pascasarjana, termasuk Program Doktor BK UPI, telah dibangun  gedung SPs berlantai enam, seluas lebih kurang 7500 m2. Pada tahun ajaran 2007/2008 (mulai bulan September 2007) beberapa ruangan dari gedung baru itu telah mulai digunakan untuk perkuliahan.

Kalender Kegiatan
September 2014
MonTueWedThuFriSatSun
  
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30